Kami Agen Distributor Melilea Bogor Siap melayani dimanapun Anda berada, Silakan Hub kami di 083870947344
Let's Transform Our Life!!

Kini kami hadir lebih dekat dengan Anda. Distributor Melilea Bogor mengajak Anda untuk hidup lebih sehat, cantik dan langsing alami serta menuju kebebasan finansial dan kebebasan waktu.


Distributor Melilea Bogor merupakan agen / distributor makanan organik Melilea. Produk-produk Melilea bukanlah obat namun makanan organik yang mempunyai 3 keampuhan :


1. Fungsi Makanan Organik

2. Fungsi Naturopati

3. Fungsi Penyembuhan Alami

Tersedia paket-paket organik yang sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda, harga paket mulai dari Rp. 862 ribu saja.

1. Paket Sehat
2. Paket Cantik
3. Paket Langsing
4. Paket Penyembuhan


Segera hubungi kami, Distributor Melilea Bogor untuk mendapatkan hidup sehat, cantik dan langsing alami serta kesuksesan finansial.


Contact :

Srie

HP : 083870947344

srihardiansyah@gmail.com

Rabu, 16 Maret 2011

Mari Jaga Ginjal Kita Sejak Sekarang !

Penyakit gagal ginjal kronik bisa dikategorikan sebagai pembunuh massal di 20 tahun mendatang. Pasalnya, penyakit ini tiap tahun meningkat dua kali lipat.
Data WHO, kata Prof dr Harun Rasyid Lubis SpPD KGH saat memperingati Hari Ginjal se dunia tahun 2011 di Klinik Spesialis Ginjal dan Hypertensi Rasyida Jalan DI Panjaitan Medan belum lama ini, dari tahun 2000 yang hanya 1,1 juta pasien cuci darah, di 2010 sudah 2,1 juta orang.
Penyebab gagal ginjal terbesar atau 70 persen akibat Diabetes Melitus (DM) tipe dua disusul penyakit hipertensi.
Menurut data WHO di dunia DM tipe dua sudah sangat merajalela dan menjelang tahun 2015 - 2030 akan jauh lebih meningkat lagivterutama di Asia Tenggara termasuk Indonesia.
Di Indonesia sekarang ini jumlah penderita DM adalah sekitar 8,4 juta orang dan menempati posisi urutan ke empat di dunia. Pada tahun 2030 ini akan dialami oleh sekitar 21,3 juta orang dan masih akan tetap pada urutan ke empat di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat.
Menurutnya, di Amerika Serikat DM dan Hipertensi meliputi 75 persen dari penyebab Cuci Darah. Survey oleh berbagai perkumpulan maupun Departemen Kesehatan, riset kesehatan dasar (Riskesdas) telah menyatakan bahwa Prevalensi Hipertensi di Indonesia sekarang ini sudah mencapai di atas 30 persen dari penduduk dewasa.
Sebenarnya gagal ginjal dapat dicegah, yakni dengan melakukan pemeriksaan dini. Orang yang berisiko, yang mengalami diabetes, tekanan darah (tensi) tinggi, kegemukan dan yang mempunyai keluarga berpenyakit diabetes, hypertensi ataupun penyakit ginjal.
Fungsi ginjal di tubuh manusia, dijelaskannya, memelihara tekanan darah, memelihara keseimbangan cairan dalam badan sehingga tidak sembab dan tidak pula kering, menjaga keasaman darah sehingga nafas agar lega, dan menjaga kadar mineral tubuh sehingga tubuh bekerja optimal bahkan maksimal serta melakukan segudang kerja lain yang pelik (rumit).
"Akan tetapi yang paling penting adalah mengeluarkan sisa pengolahan bahan makanan dan minuman di dalam tubuh ke dalam air kencing sehingga tidak menumpuk di dalam darah yang dapat mengakibatkan keracunan. Kemudian mengatur air dan mineral tubuh, dan mengeluarkan berbagai hormon termasuk hormon yang membantu sumsum tulang memproduksi sel darah merah sehingga mencukupi hidup dan tidak pucat," jelasnya.
Cuci darah
Dikatakan, sedemikian hebat pekerjaan ginjal itu sehingga apabila berkurang atau menurun apalagi gagal maka tubuh akan mengalami berbagai hal yang membuat performa menciut bahkan menghilang dan pada puncaknya harus menjalani pengobatan pengganti ginjal (renal replacment therapy atau RRT) yang di kenal dengan nama dialisis atau cuci darah.
Ironisnya, lanjut Harun, apabila ginjal itu rusaknya sudah lebih dari 3 bulan, maka kerusakan selanjutnya tidak lagi dapat dihempang. Setidaknya mengetahui lebih awal dapat memperlambat perburukan dan akhirnya terancam cuci darah. Pasien gagal ginjal dewasa ini tidak lagi meninggal oleh penyakit ginjalnya, akan tetapi oleh karena gangguan Jantungnya bahkan sebelum sempat menjalani cuci darah.
"Oleh karena itu upaya pengobatan yang dilakukan setelah terjadinya kerusakan Ginjal kurang banyak manfaatnya. Adalah lebih baik apabila diabetes, hipertensi dan lain penyakit yang dapat mengganggu ginjal, maka kita dahului karena hasilnya akan jauh lebih baik," ungkapnya.
Menurut dia, peringatan Hari Ginjal Sedunia merupakan inisiatif dari Perhimpunan Nefrologi Internasional ( ISN ) dan Federasi Yayasan Ginjal Internasional (IFKF) untuk mengadakan hari kampanye pencegahan penyakit ginjal yang jatuh pada hari kamis kedua setiap bulan Maret sejak tahun 2006. Pada tahun 2011, hari ginjal jatuh pada hari kamis tanggal 10 Maret 2011. Tema global tahun ini adalah "Lindungi Lindungi Ginjal Selamatkan Jantung’ atau ‘Protect Kidney Save Heart‘.
Di sisi lain, dia juga mengingatkan agar pengambil kebijakan (pemerintah) untuk mengambil langka program kesehatan masyarakat untuk mempertahankan kesehatan ginjal. "Harapannya mengajak seluruh unsur masyarakat terutama para pembuat kebijakan dan pemerintahan agar berupaya mensosialisasikan ancaman penyakit ginjal yang sudah ada di depan mata dan akan terus meningkat di masa dekat ini.
Ditanya soal terapi selain cuci darah, menurutnya, hanya cangkok ginjal. Untuk cangkok sendiri, sebenarnya bisa dilakukan bahkan di Sumatera Utara. Biayanya hanya berkisar Rp300 jutaan. Hanya saja problemanya, sampai saat ini belum ada donor keluarga yang siap untuk mendonorkan ginjalnya kepada keluarga mereka yang sedang cuci darah.
"Kalau donor hidup tidak masalah. Tapi, tidak ada yang mau donor. Tapi, kalau donor dari jenazah hingga saat ini tidak ada peraturannya sehingga tidak bisa dilakukan," ucap Prof Harun. (nai)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Find Us On Facebook

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...